Asset 041.png

Apa Itu Software Engineering? Pengertian, Fungsi, Contoh Pekerjaan, dan Tahapannya

Software House Jombang – Software engineering adalah cabang ilmu komputer yang berfokus pada perancangan, pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan software secara terstruktur dan sistematis. Istilah ini pertama kali diciptakan untuk mengatasi masalah kompleksitas software yang semakin tinggi, sehingga diperlukan pendekatan rekayasa (engineering) agar proses pembuatan aplikasi menjadi lebih efektif, efisien, dan berkualitas.

Saat ini, software engineering menjadi salah satu disiplin teknologi paling penting karena hampir semua bisnis menggunakan aplikasi untuk operasional mereka.

Pengertian Software Engineering

Secara umum, software engineering adalah proses penerapan prinsip-prinsip rekayasa (engineering) dalam membangun software. Proses ini mencakup:

  • analisis kebutuhan
  • desain arsitektur
  • penulisan kode program
  • pengujian
  • deployment
  • pemeliharaan

Tujuannya adalah menghasilkan software yang:

  • berkualitas tinggi
  • mudah digunakan
  • aman
  • dapat dikembangkan di masa depan
  • stabil dan minim bug

Software engineering tidak hanya soal coding, tetapi mencakup proses teknis, metodologi, manajemen proyek, dan kontrol kualitas.

Kenapa Software Engineering Itu Penting?

Di era digital, sebuah aplikasi tidak bisa dibuat asal-asalan. Bisnis membutuhkan software yang dapat diandalkan untuk operasi penting seperti:

  • transaksi pembayaran
  • manajemen data pelanggan
  • otomatisasi proses kerja
  • keamanan sistem

Tanpa pendekatan software engineering, pengembangan aplikasi akan:

  • tidak terarah
  • penuh bug
  • boros waktu dan biaya
  • sulit dikembangkan di masa depan

Oleh karena itu, perusahaan dan software house profesional wajib menerapkan prinsip software engineering dalam setiap proyeknya.

Tujuan Software Engineering

Berikut beberapa tujuan utama software engineering:

1. Menghasilkan software berkualitas tinggi

Kualitas software ditentukan dari kegunaan, kecepatan, keamanan, dan minimnya error.

2. Mengurangi biaya dan waktu pembuatan

Dengan proses yang terstruktur, pengembangan menjadi lebih efisien.

3. Mempermudah maintenance

Software yang dirancang rapi lebih mudah diperbaiki dan diperbarui.

4. Meningkatkan produktivitas tim

Metodologi seperti Agile & Scrum membuat kolaborasi lebih cepat.

5. Menjamin software memenuhi kebutuhan pengguna

Software engineering memastikan kebutuhan bisnis diterjemahkan ke fitur yang tepat.

Fungsi Software Engineering dalam Pengembangan Aplikasi

Software engineering memiliki peran besar dalam seluruh siklus hidup sebuah software. Fungsinya meliputi:

1. Requirement Analysis

Mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan pengguna agar software sesuai dengan tujuan bisnis.

2. Software Design

Membuat rancangan struktur software, UI/UX, database, API, dan arsitektur sistem.

3. Development

Menulis kode program menggunakan standar coding yang baik.

4. Testing & Quality Assurance

Memastikan software bebas bug, aman, dan bekerja dengan performa optimal.

5. Deployment

Merilis aplikasi ke server produksi atau toko aplikasi.

6. Maintenance

Memperbaiki bug, menambah fitur, dan meningkatkan performa software.

Tahapan Software Engineering (Berdasarkan SDLC)

Software engineering biasanya mengikuti kerangka kerja SDLC (Software Development Life Cycle). Tahapannya meliputi:

1. Planning

Perencanaan tujuan, fitur utama, dan kebutuhan sistem.

2. Requirement Analysis

Mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan membuat dokumen spesifikasi.

3. System Design

Merancang tampilan, alur sistem, database, dan teknologi yang akan digunakan.

4. Coding / Implementation

Tim developer mulai menulis kode berdasarkan desain yang disetujui.

5. Testing

Pengujian untuk memastikan aplikasi berjalan dengan benar dan aman.

6. Deployment

Merilis software ke publik atau ke lingkungan produksi.

7. Maintenance

Perbaikan, pembaruan, dan penambahan fitur.

Jenis-jenis Software Engineering

Terdapat beberapa spesialisasi dalam software engineering, antara lain:

1. Frontend Engineering

Fokus pada tampilan dan interaksi pengguna.
Teknologi umum: React, Vue, HTML, CSS, JS.

2. Backend Engineering

Fokus pada logika server, database, keamanan, dan API.
Teknologi umum: Node.js, Laravel, Django, Go, SQL.

3. Mobile Engineering

Membangun aplikasi berbasis Android atau iOS.
Teknologi: Kotlin, Swift, Flutter, React Native.

4. DevOps Engineering

Mengelola server, CI/CD, dan otomatisasi deployment.

5. QA Engineering

Mengurus pengujian manual maupun otomatis (automation testing).

6. Machine Learning Engineering

Membangun model AI, data pipeline, dan sistem prediksi.

Perbedaan Software Engineering dan Software Developer

Banyak orang mengira keduanya sama, padahal berbeda.

Software Engineering

→ Berfokus pada proses, metodologi, desain arsitektur, standar kualitas, dan manajemen sistem.

Software Developer

→ Fokus pada pembuatan kode dan implementasi fitur.

Software engineer = lebih luas (mencakup keseluruhan proses).
Software developer = bagian dari software engineering.

Baca juga: SDLC Adalah: Pengertian, Tahapan, Contoh Model, dan Fungsinya dalam Pembuatan Aplikasi

Skill yang Dibutuhkan dalam Software Engineering

Untuk menjadi software engineer yang kompeten, seseorang harus menguasai:

1. Pemrograman

Minimal satu bahasa utama seperti Java, Python, PHP, Go, atau JavaScript.

2. Pemahaman Algoritma & Struktur Data

Fondasi utama untuk membuat software yang efisien.

3. Software Architecture

Cara merancang aplikasi agar scalable dan mudah dipelihara.

4. Database Management

SQL & NoSQL, optimasi query, dan perancangan struktur database.

5. Version Control (Git)

Git & GitHub untuk kolaborasi tim.

6. Problem Solving

Kemampuan menyelesaikan masalah teknis secara logis.

7. Dokumentasi

Menulis dokumentasi teknis agar sistem mudah dipahami.

Metode Software Engineering

Ada beberapa metode yang digunakan dalam software engineering:

1. Waterfall

Linear dan berurutan. Cocok untuk kebutuhan yang stabil.

2. Agile

Fleksibel dan iteratif. Paling banyak digunakan di perusahaan modern.

3. Scrum

Framework Agile dengan sprint 1–2 minggu.

4. DevOps

Menghubungkan development dan operations agar deployment lebih cepat.

Pemilihan metode tergantung kompleksitas proyek dan kebutuhan bisnis.

Contoh Software Engineering dalam Dunia Nyata

Berikut contoh implementasi software engineering pada proyek pembuatan aplikasi:

Kasus: Pengembangan Aplikasi Kasir (POS System)

  1. Analisis kebutuhan: sistem transaksi, laporan penjualan, manajemen stok
  2. Desain: UI kasir, database barang, arsitektur server
  3. Development: coding modul login, transaksi, laporan
  4. Testing: pengecekan akurasi transaksi dan performa
  5. Deployment: aplikasi dipasang di toko
  6. Maintenance: update fitur diskon, multi-outlet, atau integrasi WhatsApp

Dengan software engineering, aplikasi menjadi lebih stabil dan bisa dikembangkan sesuai pertumbuhan bisnis.

Kesimpulan

Software engineering adalah disiplin ilmu yang mengatur seluruh proses pembuatan software secara terstruktur, mulai dari analisis, desain, coding, testing, hingga maintenance. Tujuan utamanya adalah menghasilkan software berkualitas tinggi, aman, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna.

Di era digital seperti sekarang, software engineering menjadi fondasi penting bagi perusahaan, startup, dan software house yang ingin membangun aplikasi yang dapat diandalkan. Jika Anda ingin membangun aplikasi dengan pendekatan engineering yang profesional, silakan lihat layanan jasa pembuatan aplikasi kami yang mengikuti standar SDLC dan praktik software engineering modern.

Admin
Admin

Sebagai Admin dari website ini, kami berkomitmen untuk memberikan banyak kemanfaatan bagi umat. Dengan semangat berbagi, kami menghadirkan konten yang bermanfaat, informatif, dan inspiratif untuk membantu Anda dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap artikel yang kami sajikan di sini dibuat dengan tujuan untuk memberdayakan pembaca, menawarkan solusi praktis, serta menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi semua kalangan.

Mohon dukungan-nya, kami akan terus tumbuh dan berkontribusi lebih banyak dalam menyebarkan kebaikan serta memberikan banyak manfaat yang luas bagi umat.

Articles: 466

Newsletter

Biar gak ketinggalan update.. Subscribe Newsletter Lantaran Digital agar kamu bisa dapat info dan tips belajar di Dunia Digital langsung dikirim ke emailmu?