Software House Developer Jombang – Ketika beberapa orang mengerjakan aplikasi yang sama, perubahan file perlu dicatat dengan jelas. Tim perlu mengetahui apa yang diubah, siapa yang mengubahnya, dan apakah perubahan tersebut sudah diperiksa. Jika hanya bertukar salinan file tanpa riwayat yang rapi, pekerjaan akan lebih sulit ditelusuri.
GitLab menyediakan tempat untuk mengelola pekerjaan tersebut. Supaya kamu tidak hanya mengenal nama fiturnya, artikel ini memakai satu latihan sederhana: membuat proyek, menambahkan kalimat pada file README melalui cabang baru, lalu menggabungkannya ke cabang utama. Latihannya dilakukan melalui browser, tanpa memasang Git di komputer.
GitLab Adalah Apa?
GitLab adalah platform untuk mengelola proyek pengembangan perangkat lunak berbasis Git. Melalui GitLab, tim dapat menyimpan repository, meninjau usulan perubahan, mencatat pekerjaan, serta menyiapkan otomatisasi pengujian atau penerapan aplikasi sesuai kebutuhan.
Repository merupakan tempat menyimpan file proyek beserta riwayat perubahannya. File yang disimpan tidak harus langsung berupa aplikasi rumit. Untuk belajar, kamu dapat memulai dengan README, yaitu file yang biasa digunakan untuk menjelaskan sebuah proyek.
Dalam latihan kita, GitLab menjadi tempat menyimpan README dan mengatur proses perubahannya. Kamu akan membuat perubahan di ruang kerja terpisah, memeriksa perbedaannya, lalu memasukkannya ke versi utama. Dari perjalanan itu, fungsi beberapa fitur dasar akan terlihat lebih jelas.
Apa Perbedaan Git dan GitLab?
Git adalah sistem kontrol versi yang mencatat perubahan file dari waktu ke waktu. GitLab menyediakan layanan untuk mengelola repository Git sekaligus mendukung kerja sama tim melalui antarmuka dan fitur proyek.
Jadi, keduanya bukan nama lain untuk hal yang sama. Ketika kamu menggunakan pengeditan melalui browser GitLab, perubahan file tetap dicatat menggunakan mekanisme Git. Kamu hanya tidak perlu mengetik perintah Git sendiri untuk mengikuti latihan dasar ini.
Fungsi Dasar GitLab dalam Alur Kerja Tim
Fungsi yang paling mudah dipahami adalah menyimpan proyek dan membuat perubahan dapat ditelusuri. Namun, kerja tim juga membutuhkan kesempatan untuk memeriksa perubahan sebelum dimasukkan ke versi utama. Di GitLab, proses tersebut dapat dilakukan melalui branch, commit, dan merge request.
Branch adalah cabang pengerjaan. Commit mencatat perubahan yang disimpan. Sementara itu, merge request adalah usulan untuk menggabungkan perubahan dari satu branch ke branch lain. Kita akan menggunakan ketiganya secara berurutan, bukan mempelajarinya sebagai istilah yang berdiri sendiri.
Gambaran alurnya adalah: siapkan proyek, ubah file pada branch baru, simpan perubahan sebagai commit, ajukan merge request, lalu periksa dan gabungkan. Hasil akhirnya tetap dapat dilihat pada file yang sama di branch utama.
Persiapan Sebelum Mencoba GitLab
Siapkan browser dan akun GitLab yang dapat membuat proyek. Latihan berikut menggunakan proyek percobaan milikmu sendiri di GitLab.com, bukan repository aplikasi perusahaan. Jika layanan meminta verifikasi akun atau akunmu dibatasi oleh organisasi, selesaikan persyaratan yang sesuai terlebih dahulu.
Kita akan memakai nama proyek belajar-gitlab, file README.md, dan branch baru perbarui-readme. Dalam contoh ini, branch utama disebut main. Jika proyekmu menggunakan nama branch bawaan lain, gunakan nama sebenarnya sebagai tujuan penggabungan.
Tujuan latihan adalah membuat kalimat “Proyek ini digunakan untuk belajar GitLab.” muncul di README pada branch utama setelah melalui proses pemeriksaan. Nama menu dapat sedikit berbeda antarversi GitLab. Fokuslah pada urutan tindakannya, bukan menebak tombol lain ketika tampilan berbeda.
Cara Menggunakan GitLab dari Awal sampai Perubahan Digabungkan
1. Buat proyek latihan dan siapkan README
Masuk ke akun GitLab. Pilih Create new dengan ikon tambah, kemudian New project/repository. Pada pilihan pembuatan proyek, pilih Create blank project.
Isi nama proyek dengan belajar-gitlab dan pilih ruang akun tempat kamu memiliki izin membuatnya. Untuk latihan pribadi, gunakan visibilitas Private. Pilihan ini membantu membatasi siapa yang dapat melihat proyek.
Aktifkan Initialize repository with a README, lalu pilih Create project. Inisialisasi tersebut menyiapkan repository beserta branch bawaannya, sehingga kamu tidak memulai dari daftar file yang kosong.
Hasil yang perlu diperiksa: halaman proyek sudah terbuka dan file README.md tersedia. Perhatikan juga nama branch yang sedang ditampilkan. Catat nama branch utama itu karena akan dipakai kembali pada langkah penggabungan.
2. Buka README dan tambahkan satu kalimat
Pada proyek tersebut, buka bagian Code → Repository jika daftar file belum terlihat. Pastikan kamu sedang melihat branch utama, lalu buka README.md. Pilih Edit → Edit single file untuk mengedit file melalui browser.
Tambahkan kalimat berikut pada baris baru di bagian bawah isi README. Tidak perlu menghapus seluruh isi awalnya:
Proyek ini digunakan untuk belajar GitLab.
Pada tahap ini kamu baru mengubah isi di editor. Perubahan belum selesai dicatat. Kita akan menyimpannya pada branch baru agar versi utama tidak langsung berubah.
3. Simpan perubahan pada branch baru
Pilih Commit changes untuk membuka pengaturan penyimpanan. Pada kolom Commit message, tulis alasan perubahan, misalnya Tambahkan tujuan latihan pada README.
Pilih Commit to a new branch, lalu masukkan nama perbarui-readme. Untuk latihan ini, jangan aktifkan pilihan pembuatan merge request otomatis; kita akan membuatnya pada langkah terpisah. Setelah pengaturannya benar, konfirmasikan penyimpanan melalui tombol commit.
Hasil yang perlu diperiksa: branch perbarui-readme memiliki kalimat tambahan tadi. Melalui pemilih branch, buka kembali branch utama dan periksa README-nya. Kalimat tersebut belum seharusnya masuk ke branch utama karena belum ada penggabungan.
Perbandingan sederhana ini menjelaskan fungsi branch. Kamu dapat menyiapkan pekerjaan pada cabang tersendiri, sementara isi versi utama tetap dapat dilihat secara terpisah.
Baca juga: Aplikasi Marketplace: Pengertian, Fitur Utama, dan Manfaatnya untuk Bisnis
4. Buat merge request menuju branch utama
Masih di proyek belajar-gitlab, buka Code → Merge requests, lalu pilih New merge request. Pilih branch perbarui-readme sebagai Source branch dan branch utama, misalnya main, sebagai Target branch.
Source berarti sumber perubahan, sedangkan target adalah tempat perubahan akan dimasukkan. Pastikan keduanya tidak tertukar. Setelah itu, pilih Compare branches and continue.
Isi judul yang jelas, misalnya “Tambahkan tujuan latihan pada README”. Pada deskripsi, jelaskan bahwa kamu hanya menambahkan satu kalimat pengantar dan tidak mengubah file aplikasi. Pilih Create merge request.
Hasil yang perlu diperiksa: halaman usulan penggabungan sudah tersedia, dengan sumber perbarui-readme dan tujuan branch utama. Ini baru usulan; file pada branch utama belum otomatis mengikuti perubahan tersebut.
5. Periksa perubahan sebelum menggabungkan
Buka tab Changes pada merge request. GitLab memperlihatkan perbedaan antara perubahan yang diajukan dan branch tujuan. Periksa bahwa file yang berubah hanya README.md, lalu cari kalimat latihan yang baru ditambahkan.
Jika ada penghapusan isi yang tidak kamu rencanakan, jangan langsung melanjutkan. Tinjau kembali perubahan pada branch sumber. Dalam kerja tim, bagian inilah yang membantu orang lain memahami dan memeriksa pekerjaan sebelum digabungkan.
Untuk latihan pribadi, baca kembali perubahanmu sendiri. Pada proyek bersama, pemeriksaan dan persetujuannya mengikuti aturan tim. Memiliki tombol penggabungan bukan alasan untuk melewatkan pemeriksaan.
6. Gabungkan dan periksa hasil akhirnya
Kembali ke ringkasan merge request dan periksa apakah usulan sudah dapat digabungkan. Jika semua persyaratan terpenuhi dan tombol Merge tersedia, jalankan penggabungan.
Jika proses masih menunggu persetujuan atau pemeriksaan otomatis, perhatikan keterangannya terlebih dahulu. Pengaturan proyek dapat mensyaratkan hal tersebut. Jangan menonaktifkan aturan proyek perusahaan hanya untuk menyelesaikan latihan.
Setelah proses selesai, pastikan merge request berstatus Merged. Kemudian buka repository, pilih branch utama, dan buka README.md. Kalimat “Proyek ini digunakan untuk belajar GitLab.” sekarang seharusnya terlihat di sana.
Itulah hasil akhir latihan: kamu tidak hanya berhasil mengedit file, tetapi juga mengikuti jalur perubahan dari branch terpisah sampai masuk ke versi utama. Latihan ini tidak memasang atau memperbarui aplikasi di server produksi.
Fitur Lain yang Bisa Dipelajari Setelah Alur Dasar
Setelah memahami proses tadi, kamu dapat mempelajari issues untuk mencatat tugas, usulan fitur, atau masalah. Catatan pekerjaan dapat membantu menjelaskan alasan sebuah perubahan sebelum seseorang mulai mengerjakannya.
GitLab juga memiliki kemampuan CI/CD untuk menjalankan pekerjaan otomatis sesuai konfigurasi proyek. Pekerjaan tersebut dijalankan oleh runner. Fitur ini dapat dipelajari setelah kamu memahami perubahan file dan merge request; latihan README tadi tidak membutuhkan konfigurasi pipeline tambahan.
Kemampuan yang tersedia perlu diperiksa berdasarkan layanan, paket, dan versi yang digunakan. GitLab.com menyediakan layanan yang dihosting GitLab, sementara Self-Managed dikelola oleh organisasi yang memasangnya. Untuk belajar alur dasar, kamu tidak perlu langsung menyiapkan server GitLab sendiri.
Hal yang Perlu Dijaga Saat Mulai Menggunakan GitLab
Gunakan proyek latihan untuk percobaan dan jangan memasukkan password, token, kunci API, atau data pelanggan ke dalam file. Mengubah proyek menjadi Private bukan alasan untuk menyimpan rahasia sembarangan.
Periksa nama branch sebelum menyimpan perubahan dan nama target sebelum menggabungkan. Biasakan pula menulis pesan commit serta deskripsi merge request yang menjelaskan pekerjaan. Kebiasaan ini akan membantu ketika jumlah file dan anggota tim bertambah.
Kesimpulan
GitLab adalah platform untuk mengelola repository Git dan proses kerja pengembangan. Fungsinya lebih mudah dipahami saat kamu mengikuti satu perubahan: menyiapkan proyek, mengedit README pada branch baru, menyimpan commit, mengajukan merge request, lalu memeriksa hasil pada branch utama.
Mulailah dari alur kecil yang bisa kamu pahami sampai selesai sebelum menambah otomatisasi yang lebih rumit. Jika kamu sedang menyiapkan produk digital dan ingin mendiskusikan kebutuhan pengembangannya, layanan Jasa Pembuatan Aplikasi dari Lantaran Digital dapat menjadi tempat membahas proses serta ruang lingkup proyekmu.
FAQ tentang GitLab
Apakah Git dan GitLab sama?
Tidak. Git mencatat versi perubahan file, sedangkan GitLab menyediakan layanan untuk mengelola repository Git beserta fasilitas kerja sama proyek.
Apakah harus memasang Git untuk mengikuti latihan ini?
Tidak. Latihan menggunakan Web Editor melalui browser. Jika nanti ingin bekerja dari komputer lokal melalui terminal atau aplikasi Git, persiapannya perlu dipelajari tersendiri.
Mengapa perubahan belum terlihat di branch utama?
Periksa branch yang sedang dibuka dan status merge request. Commit pada branch baru belum berarti perubahan sudah digabungkan ke branch utama. Pastikan penggabungannya selesai dan berstatus Merged.
Alamat Kantor dan Kontak Kami
- Alamat: Dsn. Branjang RT 004 RW 001, Ds. Sidokerto, Kec. Mojowarno, Kab. Jombang
- Telepon: 0813-1377-7845
- Email: info@lantarandigital.co.id
- Website: www.lantarandigital.co.id






